Sabtu, 05 Juni 2010

Shabondama days indonesia translation

Shabondama days (hari gelembung sabun)
Translate by. Septry lee

Aku berjalan sendirian di jalan yang berwarna sakura sambil memikirkan orang yang paling penting bagiku di dunia ini.
Orang yang paling penting bagiku di dunia ini, aku mencintaimu, selamat tinggal…

Aku membuka jendela, menarik napas dalam-dalam.
Di dalam cahaya yang berbeda dengan biasanya, impian musim semi mulai mengelembung.
Seperti permainan gelembung sabun.
Setiap kali pecah, lahir kembali yang baru.
Kembali berharap.
Sekarang aku tidak takut lagi pada hal-hal yang aneh, walaupun berpisah denganmu.

Karena langit kita masih terhubung.
Kita dapat mengatasi kesulitan apapun.
Suatu saat, jika kita bertemu…aku akan meniup gelembung sabun bersamamu.

Aku menulis sepatah kata “Semoga hidupmu menyenangkan” dan menerbangkannya dengan pesawat kertas.
Ada banyak hal yang ingin aku tanyakan padamu.
Aku sangat khawatir.
“Apakah air mata mu telah kering?”
“Apakah senyum mu telah kembali?”
Yang penting, kalau kedua jawabannya adalah “ya”.
Tolong jawab aku.

Aku berlari dari diriku yang ada di hari itu, aku berubah menjadi anak yang positif.
Angin bertiup, aku berkeringat di bawah matahari.
Tanda di sebelah kananku telah berubah.
“Jika kau punya energi, kau bisa melakukan apapun” karena kata-kata ini aku telah berubah.
Saat aku mengingat dirimu aku tidak merasakan sakit itu lagi.

Kelopak sakura berterbangan di langitmu.
Aku berdoa dari jauh, semoga kau menjadi bahagia.

Aku menerima sepucuk surat darimu yang bertuliskan “Aku sudah menikah” .
Aku tidak terluka.
Sungguh, aku tidak terluka.
Aku tidak memikirkannya lagi.
Setidaknya itu yang ku katakan pada diriku sendiri.
Tapi langit cerah, burung-burung berkicau, bunga bermekaran seperti festival musim semi.
Aku tidak boleh menangis.
Aku menyampaikan doaku untukmu.
Aku akan menjalani hari ini dengan tersenyum.
Aku akan menjadikan orang-orang di sampingku menjadi orang yang penting bagiku.
Aku akan mencurahkan seluruh rasa cintaku pada semua hal yang ku sentuh.

Tersenyum lagi, jangan berhenti.
Ke mimpi yang jauh!
Mari lanjutkan pestanya , tertawa ceria, angkat tangan mu..

Tersenyum lagi, jangan berhenti.
Ke mimpi yang jauh!
Mari lanjutkan pestanya , tertawa ceria, angkat tangan mu..

Ini akan menjadi lagu terakhir yang ku nyanyikan untuk mu.
Sedikit kekuatan dan doa yang tulus.
Kelopak sakura berterbangan di langitku hari ini.
Dari tempat yang jauh, aku meniupkan gelembung sabun perpisahan untuk mu.

Septry lee comment : Sekali lagi FutoshiSan (atau haruskah saya menyebutnya Fu-Kun? >,< ) membuat saya senyum2 sendiri (tapi ga separah lagu Toushindai no Love Song sih..). Sayang sekali FutoshiSan bukan penganut moto ‘selama bendera kuning belum berkibar…’dia menyerah terlalu cepat karena dapat surat bahwa orang yang dia sukai sudah nikah. Hahahaha..
___________________________________________________


Satu lagi lagu terbaik yang pernah lahir dari seorang Futoshi, hha...lagu ini setipa pagi saya nyanyikan akhir-akhir ini. Tapi kalau bolegh jujur, saya tidak ingin mengalami kejadian yang sama dengan lagu itu. Sama halnya dengan lagu ITSUMO ISSHO...
T_T
honto ni kanashimi....

8 komentar:

  1. sad but cool futoshi
    hehehehe...

    BalasHapus
  2. tiap hari denger lagu ini... dan tiap hari nunggu undangan datang biar bisa lakuin hal yg sama (apa aku kuat ngelakuin nya ? itu yg pengen gw buktiin)

    BalasHapus
  3. 'Sakura no hanabiraga'
    Bagian favorit :tup

    BalasHapus
  4. Aa.. sora wa, sora wa tsunagatteru kara
    Donna koto mo norikoerareru..
    (slalu mnjdi 'semangat' bwt aku)

    BalasHapus
  5. Kalau Aq bukan dapat surat tapi 'UNDANGAN'..! Fiuh...! Rasanya Aq nggak punya keberanian buat ketemu sama dia lagi. Apakah Aq harus marah? Kecewa? Sedih? Putus asa?

    BalasHapus

 
Blogger Templates